Indonesiaku

Sangat tidak mudah mengurus dua ratus juta penduduk dalam satu wadah pemerintahan yang masih terpusat dan korup. Semuanya tidak mungkin berjalan sebagaimana mestinya. Sangat tidak mudah mengelola data untuk dua ratus penduduk kalau sementara teknologinya belum terpenuhi.

Lupakan sementara nasionalisme kalau Anda masih tinggal di daerah. Orang Jakarta pun yang terdiri dari berbagai macam suku kadang kala lupa dengan nasionalismenya.

Lupakan peran pemerintah dan militer sementara, karena sekarang pihak swasta punya peran yang sangat penting dalam pembangunan kesejahteraan rakyat.

Anggaplah otonomi daerah sebagai titik awal pembangunan sebuah negara-negara kecil yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Anggaplah orang-orang pintar putra daerah mampu menjadi presiden dan menteri-menteri kecil untuk daerahnya. Anggaplah orang-orang pintar dari Jakarta kembali untuk membangun daerahnya sendiri.

Bersatu kita teguh karena ada pengikatnya, bercerai kita runtuh karena pengikatnya dilepas. Pengikatnya adalah nasionalisme Indonesia. Ini sangat dibutuhkan dulu saat kita masih dijajah. Sekarang sepertinya kurang afdol, karena tidak ada yang menjajah. Sekarang nasionalisme sistem itu sendiri yang menjajah rakyat.

Percaya atau tidak, lebih mudah mengatur rakyat yang berjumlah sedikit ketimbang banyak. Percaya atau tidak, Indonesia akan lebih baik dengan beberapa pemerintahan.

Economic jumble sekarang ini bukan suatu kenyataan yang harus dipertahankan. Pembangunan sosial, ekonomi, politik, budaya dan militer kelihatannya perlu difokuskan berdasarkan geografi.

Fokus, fokus dan fokus.

Sriwijaya dari Sumatra saja bisa runtuh. Majapahit dari Jawa saja bisa runtuh. Siapa yang tahu, bisa saja Indonesia dari Jakarta runtuh.

Lebih baik meruntuhkan diri daripada diruntuhkan. Kalau diruntuhkan, kita bisa jadi memerlukan waktu berabad-abad untuk bersatu kembali. Sementara, kalau meruntuhkan diri, kita cuma memerlukan satu hari saja untuk menyatakan komitmen untuk bersatu kembali.

Dipecah dulu dalam beberapa pemerintahan daerah dengan nasionalisme daerahnya masing-masing, baru kemudian dibentuk Dewan Pemerintahan Intra Nasional Kepulauan Indonesia.

Niscaya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia akan tercapai.

3 comments:

Anonymous Sunday, 20 February, 2005  

Sableng. Subversif separatis. Go to hell aja deh bro.

Nina Sunday, 20 February, 2005  

Bener juga. 200 juta orang gak gampang lho ngurusnya.

Jeffry M Liando Sunday, 24 April, 2005  

Heh, saya kan cuma blogging. Nothing much.

Post a Comment

Powered by Blogger.