If you are interested in Jesus, just consult this link:
www.rejesus.co.uk
www.jesus-institute.org
Yeah, I was born as a Christian. Until now, I still have faith and believe in Jesus Christ as my God and saviour. I think He would be best for you.
Padahal dengan menyelipkan kata-kata kunci dan berdasarkan informasi-informasi yang telah diterima sebelumnya atau hal-hal yang telah dibaca sebelumnya, seorang penulis mampu menelorkan ide-ide baru yang pada hakekatnya adalah suatu rangkaian ide-ide yang informatif dan dirasakan memiliki keterkaitan satu sama lain.
Contohnya, ada tertulis: "Indonesia memiliki peran yang besar dalam ekspor BBM dunia." dan pernah tersiar: "OPEC berencana menunda penambahan kuota perdagangan karena kondisi Timur Tengah yang belum stabil saat ini." Ide baru yang mungkin bisa ditulis: "Kepentingan Indonesia sebagai pengekspor utama BBM dunia harus ditebus dengan kesetiaannya terhadap negara-negara anggota OPEC yang lain."
Segala sesuatu yang ditulis melalui proses berpikir yang berkali-kali dengan memunculkan kata-kata kunci sebagai ungkapan imajinasi, walaupun berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya, menurut hemat saya, bukan penjiplakan. Sementara itu, seorang penulis yang sering kali kedapatan menjiplak pada dasarnya adalah, maaf, seorang tukang ketik.
Namun, muncul pertanyaan baru, bisakah merangkum itu dikatakan menjiplak? Ya, apabila dari satu topik bacaan yang sama. Tidak, apabila dari dua topik yang berbeda.
22.9.04
|
|
0
comments
We can say that the Anglo-American corporations are the corporations originated in the UK, the USA, Australia, Canada, South Africa and New Zealand (English speaking countries). Meanwhile, the Non-Anglo-American corporations are the corporations originated in Germany, Japan, France, Switzerland, Netherlands and other developed countries.
Why do we need to use or even be aware with this term?
The thing is that both groups are going to potentially establish kind of world financial supremacy as what happened when the USSR and the USA had been performing their military supremacy not long ago.
Is there any connection with the global economic war that may trigger such a global physical war? It may probably be, I suppose.
It is possible because economic or financial clashes may normally trigger fighting in every term of manifestation. People try to increase their own share and profit and if they can get those, the others may in turn get losses.
Moreover, history tells us that a few of them may still have unfinished business and revenge with each other.
An economic/financial clash between the Anglo-American countries and the Non-Anglo-American countries? I have no idea. Could be. But don't know when.
21.9.04
|
|
3
comments
1. Pengantar/Pengenalan (5% dari total essay)
Biasanya 1 - 2 paragraf yang berisikan satu atau lebih hal-hal berikut ini: definisi masalah, pembatasan asumsi, istilah-istilah teknis yang digunakan dan tujuan penulisan, yang bisa menjelaskan secara seksama sebuah dalil yang kita ungkapkan.
2. Pembahasan/Argumentasi (85%-90% dari total esay)
Bagian utama dari sebuah esay yang ditujukan untuk mengungkapkan bukti-bukti dalam bentuk: (a) logika penalaran pribadi, (b) teori-teori yang ada, atau (c) secara empiris melalui penelitian, yang relevan dengan masalah yang kita bahas. Dalam bagian ini kita memerlukan contoh-contoh, logika, teori, hasil penelitian yang masuk akal dan relevan dengan pernyataan-pernyataan yang tegas.
Lebih baik lagi seandainya kita menyisipkan teknik devil's advocate atau kontra argumentasi dalam setiap pernyataan-pernyataan yang kita buat sehingga esay kita menjadi sulit untuk diserang.
Dalam hal ini kita juga perlu mengumpulkan banyak bacaan dari topik yang dibahas dengan tentunya harus mencantumkan referensi-referensi. Hindari plagiarisme!
Seandainya kita tidak bisa mendapatkan contoh-contoh dari teori, media, internet atau sumber-sumber yang lain, masukkan contoh-contoh dari pengalaman pribadi atau contoh praktis.
3. Penuntup/Kesimpulan (5%-10% dari total esay)
Panjangnya penutup atau kesimpulan tergantung dari bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita ungkapan dalam bagian definisi masalah pada bagian pembukaan. Jawaban-jawaban ini sebenarnya berkaitan dengan bukti-bukti yang kita bahas pada bagian argumentasi/pembahasan yang masih dalam kerangka tujuan penulisan. Lebih baik lagi, kalau ada penekanan terhadap argumentasi yang paling kuat yang paling dikuasai pada bagian pembahasan.
(dari berbagai sumber - boleh ditanyakan)
21.9.04
|
|
2
comments
Kenapa seorang pemilih malah menyesal karena presiden yang dipilihnya menang? Bisa jadi karena presiden itu tidak menjalankan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan janji-janji kampanyenya. Alasan lainnya adalah ternyata belakangan hati nurani pemilih itu merasakan ada yang kurang sreg dengan pilihannya. Pemilih itu sebenarnya jadi ragu dengan pilihannya, dia belakangan merasakan bahwa pilihannya adalah di bawah pengaruh orang lain.
Di sisi lain, kenapa pemilih malah menyesal karena presiden yang dipilihnya kalah? Sudah jelas karena pada kenyataannya presiden yang dipilihnya akhirnya kalah. ("Kenapa bisa kalah sih?", menyesal dalam arti sebenarnya.) Atau, bagi pemilih yang idealis, dia akan merasa buat apa menjagokan seseorang yang akhirnya kalah, kenapa dari awal tidak menjagokan presiden yang bakalan menang saja.
Memang, hal ini seperti permainan yang ingin diulang kembali saja. Tapi sayang, ini hanya dilakukan sekali apalagi cuma dalam waktu sehari. Namun demikian, masih ada kesempatan sampai lima tahun mendatang, dan juga lagi hanya sekali dan cuma dalam waktu sehari.
Selamat menyesal.
20.9.04
|
conspiracy
|
3
comments
The colours of global races have been classified nowadays into either light or dark skin colours. The main point is to imagine the face of people without the facial skin, so just basically compare the shape of skull and the facial bone structure. Then, the decision is made whether having a light or dark skin colour. Yes, just like putting an image of a person into a kind of photo/image computer software and then changing the contrast and brightness setting. Uuh, it's a bit hard aye? It's a kind of art of races.
For example, most of Indian people are considered as very dark Caucasoid. Ainu people in Japan are considered as semi light Caucasoid. Some of African-Americans become a kind of semi light Negroid. Some of Palestinians and Jews may be light Negroid and could be semi dark Caucasoid. Papua people should be very dark Mongoloid and most of Javanese people can be dark or semi dark Mongoloid, and so can be Malays. Rusians can be very light Mongoloid instead of some considered as Caucasoid.
To conclude, just ask your self whether you are a very dark, dark, semi dark, semi light, light or very light in one of Mongoloid, Caucasoid or Negroid races.
However, by assuming that the shape of skull and facial bone structure are basically similar one to another and in order to avoid a kind of confusing conclusion of race identity (ha ha), there is only one race in the world. Don't be reluctant to say that you are not belong to any race and just have a very light, light, semi light, semi dark, dark or very dark skin.
20.9.04
|
conspiracy
|
3
comments
This picture was taken two months before we got married on 13 Feb 2004. Mr. Mamak Seli took this marvellous picture inside the building of Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru. He is the best photographer Gedung Kesenian Jakarta ever has. Thanks to him.Check the other photos taken by him inside and outside Gedung Kesenian Jakarta.
18.9.04
|
|
0
comments
Orang kerja digaji dan biasanya dari gajinya dipotong untuk dana pensiun atau asuransi yang mana akan diklaim dikemudian hari pada saat jatuh tempo. Sementara itu, seorang pengusaha memerlukan modal dan modalnya datang dari kocek sendiri dan hutang yang harus dibayar dikemudian hari pada saat jatuh tempo. Ok, berarti ada hubungannya dong dilihat dr waktu klaimnya.
Kenapa orang yang ingin membuka usaha tidak meminta modalnya dari dana pensiun atau asuransi? Hal itu bisa aja, menurut saya. Asalkan bisa menjanjikan return paling tidak di atas bunga simpanan bank atau akumulasi investasi di property.
Kemudian, perangkat hukum dan underwriter harus jelas dengan aturan main bahwa pinjaman dari dana pensiun dan asuransi itu bisa diklaim setiap tahun sampai jatuh tempo melalui lembaga sekuritasi atau trust, selain ada sejumlah nilai pokok yang diterima lump-sum pada saat jatuh tempo.
Akhirnya, dengan nilai pokok tersebut, dana pensiun/asuransi boleh mendapat hak kepemilikan dari usaha yang dimodali di kemudian hari pada saat jatuh tempo dimana si peminjam juga memiliki hak untuk mengelola.
Ini sangat berguna di Indonesia dimana kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan cash flow bisa melebihi masa pensiun. Sementara pensiun di umur 55-60 tahun, seseorang mampu beraktifitas sampai umur 75 tahun. Selain menerima uang pensiun, orang itu masih boleh bekerja 15-20 tahun di perusahaan yg pernah dimodali dengan dana pensiunnya dengan gaji atau profit sharing.
Jadi ada 3 macam return disini, yaitu: 1. return yang diklaim tiap tahun sebelum dana pensiun jatuh tempo, 2. return yang diklaim dalam bentuk uang pensiun pada saat jatuh tempo, dan 3. return dari gaji regular atau profit sharing setelah jatuh tempo.
Coba hitung aja, di umur 80 tahun, berapa uangnya. Tinggal dibagi-bagikan deh untuk amal sebelum meninggal.
18.9.04
|
finance
|
2
comments
The composition of debt and equity in capital management may also influence banks’ value. To increase value, a bank needs to increase level of leverage but should stop at an optimum level. A higher level of leverage may generate a lower cost of capital because the cost of debt is normally much lower than the cost of equity. As a result, with an unchanged return on capital, the lower cost of capital may add value to the bank.
Even though the value of the bank increases, return on equity can be unchanged or decreased indicating a lower profitability. This is because the income generated has been deducted with the interest expenses as the consequence of adding more debts or liabilities.
18.9.04
|
finance
|
0
comments
Consequently, ALM that is supposed to eliminate interest rate risks, currency risks and liquidity risks could even be failed. Banks may potentially face interest rate and currency losses, a lack of liquidity, insolvency and losses in value of the underlying assets.
However, potential failures in ALM can be early identified by monitoring the fair value of financial assets and derivative instruments, the current exposures of interest rate risk and market risk and the net positions of foreign currency. In New Zealand, this can be seen through the general disclosure statement, which is required by the prudential supervision.
Therefore, one way in which prudential supervision can limit the potential failures in ALM is to early identify a bank’s condition and then involve in managing the failures with capital management.
18.9.04
|
|
0
comments
This is just one technique I can tell you how you can decide in the election. First, gather with your family, friends and partner. Second, try to find what's in their/his/her mind. Third, don't be a fool and just choose one which is the most common one. Remember, politics, in my opinion, is just about following the major movement in the society, which is, in this case, your closest society.
Have a nice try.
18.9.04
|
|
2
comments
Why do I choose "anymatters" as this blog's title? To answer that, please listen to my greetings on the sidebar.
Cheers.
17.9.04
|
|
2
comments
I work at an asset management firm as an investment analyst holding Bachelor of Economics (Stekpi Indonesia), Graduate Diploma in Finance (Waikato NZ) and Master of Applied Finance (Victoria NZ).
As an Excel developer, I can assist those seeking tailored Excel spreadsheets with VBA/Macro. I can also help those seeking unbiased financial advice and optimised investment portfolio in shares, bonds, debentures and managed funds within the Australia NZ context.
I build websites too as I know CSS, XHTML, web standard, PHP and flash. The following are some websites I built for me, my family, friends and also my country: keziana.com, isaiahjozua.com, oukyshow.com, coremakeup.com and pemilu-nz.org.
To be recognised in the internet context, I bought two domain names: keziana.com, named after KEZIA, Nina and Anymatters and also isaiahjozua.com the new comer in the family.
17.9.04
|
|
1 comments




